Senin, 16 Maret 2020

Uts bumi dan antariksa

1. D
2. B
3. A
4. A
5. B
6. C
7. D
8. D
9. A
10. B

1. Fase kuartal pertama dan fase kuartal ketiga
2. 21 Juni dan 22 Desember
3. Henry cavendish
4. Umbra
5. Fase bulan separuh
6. Heliosentrik
7. 23 jam 56 menit 4091 detik dan arah putarannya dari barat ke timur
8. 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik


1. Horison adalah bidang datar yang menjadi pijakan pengamat, yang menjadi batas antara belahan langit yang dapat diamati dengan yang tidak dapat diamati. Apabila kita berada di tengah-tengah laut, kita akan melihat horison ini sebagai pertemuan antara langit dengan permukaan laut di kejauhan. Kemudian zenith adalah sebuah titik khayal di langit yang berada tepat di atas pengamat. Sedangkan nadir adalah kebalikan dari zenith, yaitu sebuah titik yang berada di bawah pengamat. Kedua titik ini terletak tegak lurus terhadap horison.
sistem koordinat Horizon adalah sistem yang dipergunakan dalam menentukan posisi benda langit yang dibentuk oleh bidang datar (horizon) dan bidang tegak lurus (vertikal), dimana pengamat menjadi titik pusat bola terhadap posisi benda langit yang disimbolkan dengan koordinat Altitude dan Azimut.
ekuator juga disebut sebagai garis khatulistiwa atau garis lintang nol derajat. Garis ini adalah garis yang membelah bumi secara horisontal dan membagi bumi ke dalam dua bagian yang sama besar. Sistem koordinat ini digunakan sebagai acuan untuk menentukan asensio rekta dan deklinasi suatu benda angkasa

Ekliptika adalah jalur yang dilalui oleh suatu benda dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem koordinat tertentu. Ekliptika pada benda langit merupakan suatu bidang edar berupa garis khayal yang menjadi jalur lintasan benda-benda langit dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem tata surya.Seandainya bumi dijadikan sebagai titik pusat sistem koordinat, maka ekliptika merupakan bidang edar yang dilalui oleh benda-benda langit seperti planet dan matahari untuk mengelilingi bumi. Dan bila Matahari dijadikan sebagai titik pusat sistem koordinat, maka ekliptika merupakan bidang yang terbentuk sebagai lintasan orbit bumi yang berbentuk elips dengan Matahari berada pada titik pusat elips tersebut.
Hukum Newton telah digantikan oleh teori relativitas Einstein umum, tetapi terus digunakan sebagai pendekatan yang sangat baik dari efek gravitasi. Relativitas diperlukan hanya ketika ada kebutuhan untuk presisi ekstrem, atau ketika berhadapan dengan medan gravitasi yang sangat kuat, seperti yang ditemukan pada benda yang sangat besar dan padat, atau pada jarak sangat dekat (seperti orbit Merkurius mengelilingi matahari).
2. Gerhana Matahari Sebagian
3. Gerhana Matahari Cincin
4. Gerhana matahari hibrida
b. Gerhana Bulan
Ketika terjadi gerhana, bulan yang sedang purnama memasuki area bayangan bumi yang disebut penumbra (bayangan kabur) atau umbra (bayangan inti). Berdasarkan bagaimana bulan memasuki bayangan bumi tersebut, gerhana bulan dibagi menjadi 3 macam yaitu 
2. Gerhana Bulan Sebagian
3. Gerhana Bulan Penumbra

2.Hukum gravitasi universal Newton menyatakan bahwa benda di alam semesta saling tarik menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan hasil dari massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat dari jarak antara mereka
Hukum gravitasi Newton menyerupai hukum kekuatan listrik Coulomb, yang digunakan untuk menghitung besarnya gaya listrik antara dua benda bermuatan. Keduanya hukum kuadrat-terbalik, di mana gaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda. Hukum Coulomb memiliki produk dari dua muatan pada produk dari massa, dan konstanta elektrostatik pada konstanta gravitasi.


3. a. Gerhana Matahari
Pada saat bulan berorbit tepat di antara bumi dan matahari, maka matahari tertutup oleh bulan sehingga bayang-bayang bulan sampai ke bumi, permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang bulan akan mengalami gerhana matahari. Walaupun ukuran bulan lebih kecil dibanding matahari tetapi ada kalanya cahaya matahari dapat tertutupi sepenuhnya oleh bulan yaitu ketika bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi. Gerhana matahari berlansung lebih singkat daripada gerhana bulan. Gerhana bulan bisa berlangsung sampai 3 jam lebih sedangkan gerhana matahari hanya terjadi kurang dari 10 menit saja. Hal itu terjadi karena ukran bulan lebih kecil dari bumi, sehingga akan lebih cepat keluar dari bayang-bayang bulan. Gerhana matahari terbagi menjadi  :
GERHANA MATAHARI 
1. Gerhana Matahari Total
Gerhana ini terjadi ketika sinar matahari yang menuju bumi terhalang sepenuhnya oleh bayang-bayang bulan. Pada saat itu kedudukan bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus. Kondisi seperti ini pastinya sangat jarang terjadi. Mungkin seseorang hanya dapat menyaksikan gerhana ini sekali dalam hidupnya. Walaupun jarang terjadi, jangan memaksakan diri melihat gerhana ini dengan mata telanjang. Karena hal itu sangat berbahaya. Kita bisa melihatnya dengan pengamanan alat khusus ataupun melalui rekaman.

Gerhana matahari sebagian terjadi sinar matahari menuju bumi tertutupi oleh bayang-bayang penumbra bulan. Saat gerhana ini berlangsung, akan terlihat sebagian dari cakram matahari tertutup oleh cakram bulan.

Gerhana ini terjadi ketika bumi mengalami lanjutan umbra bulan yaitu ketika bulan berada pada titik terjauh dari bumi. Gerhana ini dapat ditandai dengan adanya garis cahaya membentuk lingkaran cincin yang memiliki lubang hitam ditengahnya.

Gerhana hibrida bergerak antara gerhana total dan cincin. Saat titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

Gerhana bulan terjadi apabila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Saat itu bidang orbit bumi berimpit dengan bidang orbit bulan. Gerhana bulan hanya terjadi satu atau dua kali dalam setahun yaitu pada malam purnama atau pada saat bulan bersinar utuh. Namun gerhana bulan tidak terjadi pada setiap bulan purnama. Penyebabnya adalah bidang orbit bulan dan ekliptika bersilangan sebesar 5° sehingga bulan tidak selalu berada di ekliptika.

GERHANA BULAN
1. Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total terjadi terjadi jika bulan tepat berada pada bayangan umbra bumi. ketika hanya sebagian bulan yang masuk ke umbra, maka yang terjadi adalah gerhana sebagian. Saat ini terjadi, bulan terlihat seperti sabit tebal yang kemudian menipis seiring dengan semakin banyaknya bagian bulan yang masuk ke umbra bumi. Menjelang gerhana bulan total terjadi, yaitu ketika sebagian besar bulan sudah masuk ke umbra bumi, bagian umbra yang tadinya gelap akan tampak memerah. Begitu pula ketika bulan sudah masuk seluruhnya ke dalam umbra, bulan juga akan tampak memerah dan bukannya gelap total. Warna kemerahan tersebut berasal dari cahaya Matahari yang masih diteruskan oleh atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi menyebabkan langit siang hari menjadi biru dan langit fajar/senja menjadi merah karena efek hamburan Rayleigh. Ketika fajar/senja lintasan cahaya Matahari di atmosfer lebih besar karena posisi matahari hampir sejajar dengan horizon. Pada saat itu, cahaya biru dari matahari dihamburkan oleh partikel di atmosfer, sedangkan cahaya merah diteruskan. Akibatnya hanya cahaya merah saja yang terlihat.

Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan berada pada bayangan umbra bumi dan sebagian lagi berada pada penumbra bumi. Pada saat ini terjadi permukaaan bulan akan terlihat gelap dan memerah, sedangkan sebagian lagi akan tampak normal.

Gerhana bulan penumbra terjadi ketika bulan tepat berada di bayangan penumbra bumi. Pada saat itu, bulan hanya akan tampak berkurang kecemerlangannya atau sedikit redup dari biasanya. Perubahan ini biasanya sulit dideteksi dengan mata dan hanya bisa diukur dengan alat khusus.



Matahari berevolusi mengelilingi inti galaksi dengan dengan kecepatan kecepatan 250 km/s  250 km/s dan dan periode periode 200  200 juta juta tahun.
Inti terdiri dari bintang-bintang tua dengan jarak relatif dekat
 Lengan spiral tersusun oleh gas dan debu kosmik serta dihuni juga bintang –bintang muda dan atau bintang-bintang yang baru dalam taraf pembentukan.
Gugus bola, berada di dekat piringan terdiri dari kumpulan bintang yang beranggotakan hingga ratusan ribu bintang.


4. Terdiri dari milyaran bintang, menyebar dalam bentuk piringan besar yang pipih akibat gerak rotasinya.

5. Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas, 
temperatur permukaannya lebih dari 25.000 Kelvin. Bintang deret utama kelas O merupakan bintang yang tampak paling biru, walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada panjang gelombang ungu dan ultraungu. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi 1 kali (He II) dan karbon yang terionisasi dua kali (C III). Garis-garis serapan dari ion lain juga terlihat, di antaranya yang berasal dari ion-ion oksigen, nitrogen, dan silikon. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Bintang deret utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret utama lainnya (perbandingannya kira-kira 1 bintang kelas O di antara 32.000 bintang deret utama). Namun karena paling terang, maka tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari. Karena begitu masif, bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat, sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama (lihat Diagram Hertzsprung-Russell).
Contoh: Zeta Puppis
Spektrum dari bintang kelas O5V
Kelas BSunting
Bintang kelas B adalah bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga 25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk Hidrogen (hidrogen netral) tampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O. Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek, sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah di mana mereka dibentuk, dan karena itu cenderung berkumpul bersama dalam sebuah asosiasi OB. Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0,13 % bintang kelas B.
Contoh: Rigel, Spica
Spektrum dari bintang kelas B2II
Kelas ASunting
Bintang kelas A memiliki temperatur permukaan antara 7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna putih. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II, Si II, Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya. Bintang kelas A kira-kira hanya 0.63% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Vega, Sirius
Spektrum dari bintang kelas A2I
Kelas FSunting
Bintang kelas F memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang kelas A. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Bintang kelas F kira-kira 3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Canopus, Procyon
Spektrum dari bintang kelas F2III
Kelas GSunting
Bintang kelas G mungkin adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin menguat. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil garis-garis Fraunhofer. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Matahari, Capella, Alpha Centauri A
Spektrum dari bintang kelas G5III
Kelas KSunting
Bintang kelas K berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari, yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa, seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki garis-garis Balmer yang sangat lemah. Garis-garis logam netral tampak lebih kuat daripada bintang kelas G. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak. Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Alpha Centauri B, Arcturus, Aldebaran
Spektrum dari bintang kelas K4III
Kelas MSunting
Bintang kelas M adalah bintang dengan populasi paling banyak. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Semua katai merah adalah bintang kelas ini. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang deret utama kelas M. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan maharaksasa, seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Garis-garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral. Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Proxima Centauri, Antares, Betelgeuse
Spektrum dari bintang kelas M0III
Spektrum dari bintang kelas M6V


Video pembelajaran titik koordinat ekliptika


Senin, 09 Maret 2020

Benda-benda langit dan penjelasannya

Hay teman-teman hari ini aku belajar bumi dan antariksa tentang benda-benda langit. Ternyata banyak benda-benda langit yang ada di luar angkasa ya, apa saja sih benda benda langit tersebut mari kita cari tahu dan kita pelajari bersama.

Benda-benda langit merupakan sebutan bagi semua benda yang ada di langit (luar angkasa). Contoh benda langit adalah galaksi, planet, satelit, bintang, meteoroid, nebula, asteroid, Sistem keplanetan, Komet, dan debu antariksa.


1. Planet





Planet merupakan benda luar angkasa yang memiliki pengorbitan, mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang. Planet memiliki masa yang cukup untuk gravitasi tersendiri, agar dapat mengatasi tekanan rigid body. Sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk keseimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat).
Planet tidak terlalu besar, hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya. Planet juga telah membersihkan lingkungan, mengosongkan orbit agar tidak di tempati benda-benda angkasa berukuran besar lainnya selain satelitnya sendiri di daerah sekitar orbitnya dan plane mempunyai diameter lebih dari 800 km.
   Ada 8 planet di tata surya kita yaitu :
  1. Markurius.
  2. Venus.
  3. Bumi.
  4. Mars.
  5. Jupiter.
  6. Saturnus.
  7. Uranus.
  8. Neptunus.
Perlu kita ingat bahwa pluto merupakan sudah tidak termasuk planet sejak tanggal 24 agustus 2006. Dalam sidang himpunan astronomi internasional ke 26 di praha, Republik Ceko, menyatakan bahwa pluto telah dikeluarkan dari daftar tata surya kita karena orbit pluto memotong orbit planet neptunus.
akibatnya pada saat mengelilingi matahari pluto kadang berada lebih dekat dari matahari dibandingkan planet neptunus. dan juga karena jaraknya dengan satelitnya sangat berdekatan. status pluto saat ini adalah katai atau planet kerdil.

2. Bintang





Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya , Bintang terdekat dengan bumi yaitu matahari dengan jarak 149,680,000 km. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu merupakan bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain.
Bintang nyata merupakan bintang yang menghasilkan cahaya sendiri melalui proses fusi nuklir. Kebanyakan bintang berumur antara 1-10 miliar tahun, namun bintang ada kemungkinan berumur mendekati 13,8 miliar tahun, bintang tertua yang ditemukan hingga saat ini adalah HE 1523-0901 diperkirakan berumur 13,2 miliar tahun. Jika semakin tinggi masa sebuah bintang, maka semakin pendek umurnya.

3. Asteroid





Asteroid merupakan sebuah benda langit yang berukuran lebih kecil dari pada planet, namun lebih besar lebih besar dari pada meteorid. Asteroid disebut juga planetoid atau planet minor. Dari sekian banyaknya ratusan ribu asteroid di dalam tata surya, dapat ditemukan penemuan baru ini rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya, dari 339.376 asteroid 13.350 memiliki nama resmi.
Diameter asteroid diperkirakan sekitar lebih dari 1 km dalam sistem tata surya berjumlah 1.1 hingga 1.9 juta. Asteroid terluas adalah 1. Ceres berdiameter 900-1000 km, 2. pallas berdiameter 500 km. Masa asteroid sabuk utama diperkirakan 3.0-3.6 x 10 pangkat 21 kg atau kurang lebih 4% dari masa bulan.

4. Komet





Komet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar yang berbentuk lonjong atau parabolis dan bisa juga berbentuk  hiperbolis. Kata komet berasal dari bahasa yunani yang mempunyai arti rambut panjang. Istilah lainnya yaitu bintang berekor , Namun itu adalah istilah yang salah, karena komet tidak termasuk bintang.
Material komet terbentuk dari es dan debu. Komet tersusun dari kumpulan debu dan gas yang membeku ketika berada jauh dari matahari. Pada saat mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari sehingga termasuk golongan dalam sistem tata surya. Contoh komet adalah komet halley, komet ini muncul di bumi setiap 76 tahun sekali.

5. Satelit Alami





Satelit alami ialah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah pelanet, contohnya seperti bulan adalah satelit alami bumi. Sebenarnya tanpa kita sadari terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, namun pengertian semacam ini jarang kita gunakan bahkan jarang kita dengar. Karena bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami matahari.
Dalam tata surya Terdapat 137 satelit alami dengan berbagai ukuran yang mengorbit 6 planet, dan diantara 137 satelit alami ini, ada 22 satelit diketahui memiliki masa yang cukup besar, sehingga bisa runtuh membentuk benda bundar melalui gravitasinya sendiri. Satelit alami terbesar yang pernah ditemukan manusia adalah : Ganymade (jupiter), Callisto (jupiter),Titan (saturnus), bulan (bumi), dan lo (jupiter).

6. Nebula





Nebula ialah awan antar bintang yang terdiri dari gas,debu, dan plasma. dapat disebut juga sebagai tempat kelahiran bintang- bintang. Nebula terbentuk ketika awan molekul yang sangat luas runtuh dibawah gaya gravitasinya sendiri.
Pada Umumnya seringkali disebabkan oleh pengaruh ledakan supernova yang ada di dekatnya. Bintang yang baru terbentuk mengionisasi gas yang ada di sekitarnya dapat menciptakan nebula emisi. Nebula yang lain terbentuk oleh kematian bintang.
sebuah bintang yang sedang mengalami transisi ke tahap katai putih menghembuskan bagian terluarnya untuk membentuk planetary nebula. Nova dan supernova bisa juga menciptakan nebula yang dikenal sebagai nova remnant dan supernova remnant.

7. Galaksi





Galaksi merupakan sebuah sistem masif yang ada keterikatan dengan gaya gravitasi yang terdiri atas bintang, gas dan debu medium antarbintang dan materi gelap. Secara historis galaksi dikelompokan berdasarkan bentuk terlihatnya atau biasa disebut morfologi visualnya. Bentuk yang umum yaitu galaksi eliptis yang mempunyai profil cahaya berbentuk elips.
Galaksi spiral merupakan galaksi berbentuk cakram dengan lengan galaksi yang melengkung dan berisi debu. sebagai contoh galaksi bimasakti adalah galaksi spiral. Galaksi Bima Sakti / Milky Way / Via Lactea / Galaxias ialah  galaksi spiral yang sangat besar.
Galaksi ini termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 10 pangkat 12 massa matahari, yang mempunyai 200-400 miliar bintang, dengan ketebalan 1.000 tahun cahaya (95.000.000.000.000.000 km), berdiameter 100.000 tahun, cahaya (950.000.000.000.000.000 km) dan . jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya.

8. Meteorid





Meteoroid merupakan benda-benda langit yang mempunyai ukuran kecil di tata surya, yang ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan asteroid, tetapi lebih besar daripada sebuah tom atau molekul. Persatuan astronomi internasional melakukan sidang umum IX pada tahun 1961 yang mengatakan definisi meteorid sebagai berikut :
Sebuah benda padat yang berada atau bergerak dalam ruang anata rplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.
Meteorid merupakan meteor yang sudah masuk dan mencapai permukaan bumi, sedangkan yang masuk ke atmosfer bumi disebut meteor.

9. Klust





Kluster merupakan gabungan-gabungan dari galaksi yang membentuk suatu sistem tersendiri dalam sebuah kluster, biasanya terdapat 10-15 galaksi. Gravitasi yang ada di kluster berawal dari gaya gravitasi bersama galaksi-galaksi. kluster membentuk gugusan-gugusam yang lebih besar bernama super kluster.

10. Debu Antariksa





Debu antariksa atau debu kosmik ialah debu-debu atau pun pasir yang ada di antariksa. Yang terbentuk dari sampah-sampah antariksa atau ruang angkasa, seperti satelit-satelit dan benda-benda angkasa lainnya yang hancur.

Itulah materi tentang benda-benda langit, semoga bermanfaat dan semoga kita bisa memahami materi tersebut dengan baik ya :)

Video pembelajaran gerak rotasi dan revolusi bumi


Kamis, 05 Maret 2020

Pemasangan ampermeter

Amperemeter
Amperemeter adalah alat ukur arus listrik. Amperemeter sering dicirikan dengan simbol A pada setiap rangkaian listrik. Satuan arus listrik dalam satuan SI adalah ampere atau diberi simbol A. Amperemeter harus dipasang seri dalam suatu rangkaian, arus listrik yang melewati hambatan R adalah sama dengan arus listrik yang melewati amperemeter tersebut. Amperemeter juga mempunyai hambatan sehingga dengan disisipkannya ampere-meter tersebut menyebabkan arus listrik dalam rangkaian sedikit berkurang. Idealnya, suatu amperemeter harus memiliki hambatan yang sangat kecil agar berkurangnya arus listrik dalam rangkaian juga sangat kecil.
Dalam suatu rangkaian, amperemeter dipasang secara seri. Maksudnya, terminal positif amperemeter dihubungkan ke kutub negatif sumber arus. Adapun terminal negatif amperemeter dihubungkan ke kutub positif sumber arus.

Sumber: http://wahyusrisayekti.blogspot.com/2013/12/rangkaian-seri-dan-paralel.html?m=1

Amperemeter rusak jika dipasang paralel, karena amperemeter memiliki tahanan listrik rendah, sehingga bila disambung ke rangkaian paralel akan menyebabkan arus mengalir ke amperemeter dan amperemeter akan konslet.

Untuk mengukur besarnya arus listrik, ada dua alat yang digunakan, yaitu amperemeter untuk mengukur arus listrik pada rangkaian seri, dan voltmeter untuk mengukur arus listrik pada rangkaian paralel. Baik amperemeter maupun voltmeter bekerja dengan prinsip hukum Ohm, dimana voltase arus listrik dapat dihitung dari perkalian tegangan listrik dengan hambatan listrik (resitensi).

Amperemeter tidak boleh digunakan untuk mengukur arus pada rangkaian paralel, karena akan menyebabkan kerusakan pada ampere meter. Ini terjadi karena arus listrik akan mengalir ke ampere meter, bukan melalui rangkaian listrik yang diukur, akibat tahanan listrik di amperemeter yang sangat kecil. Arus listrik selalu mengalir ke arah rangkaian yang tahanan listriknya paling kecil.

Arus listrik yang mengalir ke amperemeter menyebabkan terjadinya arus pendek (korslet) pada amperemeter. Arus pendek dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat di dalam amperemeter, atau bahkan kebakaran.

Karena potensi kerusakan ini, maka untuk mengukur arus listrik pada rangkaian paralel harus digunakan voltmeter. Voltmeter mimiliki tanhanan listrik lebih besar, sehingga arus listrik pada rangkaian paralel akan tetap mengalir pada rangkaian tersebut dan tidak berpindah ke peralatan pengukur.

Sumber: https://brainly.co.id/tugas/9167675

Analisis dimensi

1. Besaran dan Satuan
Besaran dalam fisika diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai besaran (besar) dan satuan. Sementara, satuan digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan Internasional (SI) adalah satuan hasil konferensi para ilmuwan di Paris, yang membahas tentang berat dan ukuran. Nah Squad, berdasarkan satuannya, besaran terdiri dari besaran pokok dan besaran turunan.
a. Besaran Pokok
Merupakan besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok sifatnya bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain. Berikut, disajikan besaran pokok yang telah disepakati oleh para ilmuwan.
Besaran pokok
b. Besaran Turunan
Merupakan turunan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan menggabungkan beberapa satuan besaran pokok. Paham ‘kan sampai di sini? Berikut merupakan beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya, perhatikan ya.
besaran turunan
2. Dimensi
Cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya dinamakan dimensi. Pada sistem Satuan Internasional (SI), ada tujuh besaran pokok yang berdimensi, sedangkan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Cara penulisannya dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi tanda kurung persegi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut!
besaran dimensi
Kamu dapat mencari dimensi suatu besaran lain dengan cara mengerjakan seperti pada perhitungan biasa, lho. Untuk penulisan perkalian pada dimensi, biasa ditulis dengan tanda pangkat positif dan untuk pembagian ditulis dengan tanda pangkat negatif.
Sekarang, coba kita tentukan dimensi besaran-besaran berikut ya:
  • Luas (L) = panjang × lebar = [L] × [L] = [L]²
  • Volume (V) = panjang × lebar × tinggi = [L] × [L] × [L] = [L]³
Agar kamu tahu, dimensi memiliki dua kegunaan:
Analisis Dimensional
Suatu cara untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan, dengan cara memerhatikan dimensi besaran tersebut.
Screen Shot 2018-05-08 at 16.10.36Screen Shot 2018-05-08 at 16.15.35
Menunjukkan Kesetaraan Beberapa Besaran
Selain digunakan untuk mencari satuan, dimensi juga dapat digunakan untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang terlihat berbeda.
Screen Shot 2018-05-08 at 16.34.14
Sumber: https://blog.ruangguru.com/besaran-satuan-dimensi-dalam-pengukuran-fisika

Ada tiga manfaat dimensi dalam fisika:
  1. Dapat digunakan untuk membuktikan dua besaran fisis setara atau tidak. Dua besaran fisis hanya setara jika keduanya memiliki dimensi yang sama dan keduanya termasuk besaran skalar atau keduanya termasuk besaran vektor.
  2. Dapat digunakan untuk menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar.
  3. Dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui.
Sumber: https://www.google.com/amp/s/mgmpfisikabanyumas.wordpress.com/2012/03/15/apa-manfaat-dimensi-dalam-fisika/amp/

Redefinisi standar internasional 2019

Sistem SI sebelum redefinisi: Dependensi definisi dari suatu satuan dasar pada satuan dasar lainnya (sebagai contoh, meter didefinisikan sebagai jarak yang dilalui oleh cahaya dalam sepersekian detik tertentu), dengan konstanta alam dan artefak yang digunakan untuk mendefinisikan satuan-satuan tersebut (seperti massa dari IPK untuk mendefinisikan kilogram).
Sistem SI setelah redefinisi 2019: Dependensi definisi dari satuan SI pada konstanta fisika dengan nilai numerik yang tetap dan satuan dasar lainnya.
Pada tahun 2019, satuan dasar SI didefinisikan ulang, dan berlaku setelah hari peringatan ke-144 Konvensi Meter, yaitu mulai pada tanggal 20 Mei 2019.[1][2] Pada redefinisi tersebut, empat dari tujuh satuan dasar SI (kilogramamperekelvin, dan mol) akan didefinisikan ulang dengan menetapkan nilai numerik yang tepat untuk maisng-masing konstanta Planck (h), muatan listrik partikel (e), konstanta Boltzmann (k), dan konstanta Avogadro (NA). Detikmeter dan kandela telah didefinisikan melalui konstanta fisika, meskipun definisi mereka masih mengalami perbaikan. Definisi baru ini bertujuan untuk memperbaiki sistem SI tanpa mengubah nilai dari satuan apa pun, sehingga memastikan kontinuitasnya dengan pengukuran yang ada.[3][4] Pada 16 November 2018, Konferensi Umum untuk Ukuran dan Timbangan (CGPM) ke-26 dengan suara bulat menyetujui perubahan ini,[5][6] di mana Komite Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (CIPM) telah mengusulkan redefinisi ini sejak awal tahun tersebut setelah memastikan bahwa syarat yang telah disepakati sebelumnya untuk perubahan definisi telah terpenuhi.[7]:23 Kondisi ini dapat terpenuhi berkat serangkaian percobaan untuk mengukur konstanta dengan tingkat akurasi tinggi yang relatif terhadap definisi SI lama, dan merupakan puncak dari penelitian selama beberapa dekade.
Perubahan besar atas sistem metrik sebelumnya terjadi pada tahun 1960 ketika Sistem Satuan Internasional (SI) dipublikasikan secara resmi. Pada saat itu, meter didefinisikan ulang dengan mengubah definisi berupa meter prototipe menjadi definisi oleh panjang gelombang tertentu dari garis spektrum yang dihasilkan oleh radiasi kripton-86, yang membuat meter memiliki definisi yang merupakan turunan dari fenomena alam universal. Meter didefinisikan ulang lagi pada tahun 1983 dengan menetapkan nilai kecepatan cahaya, menurunkannya pada definisi meter. Definisi tersebut tetap berlaku hingga tahun 2019. Kilogram tetap didefinisikan oleh sebuah prototipe fisik, menjadikan prototipe tersebut sebagai satu-satunya artefak yang menjadi dasar dari definisi satuan SI. Hingga saat ini, sistem SI, sebagai sistem yang koheren, ditetapkan berdasarkan tujuh satuan dasar, di mana keistimewaan tersebut digunakan untuk menjabarkan semua satuan lainnya. Dengan redefinisi 2019, sistem SI disusun berdasarkan tujuh konstanta pendefinisi, yang memungkinkan semua satuan dibangun langsung dari konstanta ini. Konsep dari satuan dasar masih tetap dipertahankan tetapi tidak lagi penting untuk mendefinisikan ukuran SI.[4]
Sistem metrik pada awalnya dipahami sebagai sistem pengukuran yang dapat diturunkan dari fenomena yang tidak berubah,[8] namun adanya keterbatasan praktis (seperti patokan ukuran satuan) mengharuskan ilmuwan dunia menggunakan artefak (prototipe meter dan prototipe kilogram) ketika sistem metrik pertama kali diperkenalkan di Prancis pada tahun 1799. Meskipun dirancang untuk tetap stabil untuk waktu yang lama, massa prototipe kilogram dan salinan sekundernya telah menunjukkan variasi kecil di antara satu sama lain seiring berjalannya waktu. Alasannya karena prototipe tersebut mengalami degradasi atau peluruhan sehingga prototipe ini kehilangan massa dalam jumlah sangat kecil dari waktu ke waktu, bahkan di ruang tertutup mereka. Perubahan dalam massa, dan bersama dengan nilai-nilai yang disediakan oleh artefak ini, sangat kecil sehingga tidak terlihat tanpa peralatan yang paling sensitif. Namun, dengan logika yang sama, instrumen-instrumen sensitif tersebut tidak bisa lagi memberikan pengukuran yang tepat, atau setidaknya tidak dalam tingkat toleransi yang dapat diterima. Karena artefak sering kali dianggap tidak memadai untuk mencapai tingkat akurasi yang diperlukan oleh sains, ilmuwan berusaha untuk melakukan pencarian untuk mendapat pengganti yang cocok. Ada juga definisi dari beberapa satuan yang ditentukan oleh pengukuran yang sulit diukur dengan tepat di laboratorium, seperti kelvin yang didefinisikan oleh titik tripel air. Dengan redefinisi 2019, SI sepenuhnya diturunkan dari fenomena alam dengan sebagian besar satuan didasarkan pada konstanta fisika dasar.
Sejumlah penulis telah mengeluarkan kritiknya terhadap definisi yang direvisi tersebut, termasuk bahwa proposal tersebut telah gagal untuk mengatasi dampak pemutusan hubungan antara definisi dalton[9] dan definisi kilogrammol, serta konstanta Avogadro NA.
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Redefinisi_satuan_dasar_SI_2019